EnglishIndonesian
bentuk atap

PENGARUH BENTUK ATAP PERISAI TERHADAP IKLIM TROPIS

Ketika membangun sebuah rumah, tentu terdapat banyak sekali perhitungan yang harus dilakukan supaya setiap bagian dari rumah bisa berkesinambungan secara harmonis dan memiliki penampilan yang menarik.

Tidak hanya itu saja, fungsi dari setiap bagian pada rumah juga harus dibuat sesuai dengan kondisi yang ada supaya usia dari rumah tersebut bisa bertahan lebih lama lagi.

Berbagai bentuk atap dapat diaplikasikan pada rumah di iklim tropis, asal direncanakan desainnya agar siap menghadapi pengaruh iklim. Pemilihan bentuk dan bahannya tentu kembali kepada selera dan biaya yang tersedia.

Permasalahan utama iklim tropis ini adalah curah hujan yang besar sehingga beban air hujan yang jatuh di atap harus segera di alirkan. Atap pelana, perisai ataupun atap miring karena kemiringannya,

sehingga dapat mengalirkan air hujan dengan lebih mudah selain itu overstek pada atapnya dapat melindungi bangunan (terutama kusen) dari tampias air hujan itu selain itu overstek-nya dapat pula menjadi pereduksi sinar matahari.

Para perencana bangunan zaman Belanda terutama untuk bangunan permanen di daerah tropis,mendesain atap dengan sudut kemiringan yang curam, biasanya lebih dari 30 derajat, sekitar 35-45 derajat yang kini di sebut dengan atap Perisai.

Tampilan dari atap jenis perisai terlihat sangat menarik karena bentuknya yang simetris dan menjadikan rumah Anda bisa tampak lebih harmonis dan minimalis. Meskipun begitu, atap ini cukup sulit untuk dibangun karena membutuhkan banyak sekali tiang penopang untuk menahan beban atap yang berat.

Kemiringan atap ini didesain sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik wilayah, sudut kemiringan yang curam di struktur atap supaya dedaunan yang jatuh karena hujan atau karena sudah tua bisa turun ke bawah tanpa harus dibersihkan sehingga kekhawatiran talang tersumbat akan kecil karena jatuhnya dedaunan karena gaya gravitasi.

Elemen bangunan tropis yang dominan adalah atap pelana, setengah pelana, limasan, atap perisai dan pergola yang menaungi ruang dalam dan menghindari dari terpaan sinar matahari.

Kelebihan

Atap perisai merupakan bentuk atap yang dapat menahan terpaan angin dari berbagai sisi.

Kondisi temperatur di dalam ruang pada atap kemiringan 4 sisi (perisai) dengan material asbes mereduksi suhu di luar ruangan dengan persentase terendah 84.7% sedangkan atap metal mampu mereduksi suhu di luar ruangan dengan persentase terendah hingga 81%. Atap perisai metal lebih banyak mereduksi suhu dibandingkan dengan atap perisai asbes.

Itulah artikel mengenai atap perisai, kelebihan dan kekurangan dari atap jenis ini. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba untuk menggunakan atap model perisai di rumah Anda kelak. Baca artikel lainnya mengenai baja ringan dan beberapa tips pembangunan rumah hanya di Auristeel.com